Solidaritas Tenaga Non DIPA Pengadilan Agama Kota Malang turut menghadiri kegiatan Doa Bersama dan Istighosah Akbar yang diselenggarakan pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Masjid Jami’ Al Baitul Amien, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi tenaga honorer, khususnya tenaga non-DIPA di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA-RI), untuk memperkuat kebersamaan dan memanjatkan doa demi masa depan yang lebih baik. Acara tersebut diselenggarakan oleh Solidaritas Tenaga Non-DIPA dari tiga lingkungan peradilan di Jawa Timur, yakni Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, dan Pengadilan Tata Usaha Negara. Kehadiran perwakilan tenaga non-DIPA Pengadilan Agama Kota Malang menunjukkan semangat solidaritas dan kepedulian terhadap perjuangan bersama dalam memperoleh kepastian masa depan. Perwakilan tenaga non-DIPA Pengadilan Agama Kota Malang yakni Slamet Handoko, Andi Surya Permana, S.Kom., Agung Prayoga, Muhammad Nur Subhan Fisabilillah Miswin, S.H., dan M. Ryan Maulana.

Istighosah dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Murobbi Ruhina, Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag., yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember. Melalui doa bersama dan istighosah, para peserta diajak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memohon kelancaran dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan dan pekerjaan. Kegiatan ini juga menjadi ruang spiritual bagi tenaga non-DIPA untuk menumbuhkan optimisme, keteguhan hati, dan semangat dalam menjalankan tugas pengabdian. Suasana kebersamaan yang terbangun mencerminkan bahwa perjuangan para tenaga honorer tidak hanya membutuhkan upaya nyata, tetapi juga dukungan moral dan spiritual.
Penyelenggaraan Doa Bersama dan Istighosah Akbar ini bertujuan memberikan motivasi kepada tenaga honorer, khususnya tenaga non-DIPA di lingkungan MA-RI, agar tetap semangat dalam menjalankan tanggung jawab serta menaruh harapan pada masa depan yang lebih jelas. “Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh tenaga non-DIPA semakin kuat dalam menjaga solidaritas, mempererat persaudaraan, dan terus berikhtiar demi memperoleh masa depan yang lebih baik,” ujar KH. Abdul Haris. Persatuan lintas tiga lingkungan peradilan menjadi salah satu wujud nyata bahwa aspirasi dan harapan tenaga non-DIPA merupakan perhatian bersama yang perlu terus diperjuangkan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga momentum untuk memperkuat tekad dan kebersamaan dalam menghadapi ketidakpastian.
Partisipasi Solidaritas Tenaga Non-DIPA Pengadilan Agama Kota Malang dalam kegiatan ini diharapkan semakin memperkokoh hubungan antartenaga honorer di lingkungan peradilan se-Jawa Timur. Melalui semangat kebersamaan, para peserta diharapkan mampu menjaga komitmen pengabdian sembari terus menyuarakan harapan akan kebijakan yang memberikan kepastian dan kesejahteraan. Doa dan ikhtiar yang dipanjatkan bersama menjadi pengingat bahwa harapan perlu diiringi dengan kesabaran, usaha, serta dukungan satu sama lain. Semoga kegiatan Doa Bersama dan Istighosah Akbar ini membawa keberkahan dan menjadi penguat langkah bagi seluruh tenaga non-DIPA untuk meraih masa depan yang lebih baik.




