logo

Pengumuman Cuti Peringatan Hari Maulid Nabi SAW

Pengumuman Cuti Peringatan Hari Maulid Nabi SAW

PIMPINAN PA MALANG MENGIKUTI STREAMING PELUNCURAN APLIKASI E-BIMA

(Senin, 8/10) Ketua Pengadilan Agama Malang (Bapak Drs. H. Misbah, M.H.I.) bersama Panitera (Bapak Drs. H. Chafidz Syafiuddin, S.H., M.H.) dan PLT Sekretaris (Ibu Alifah Ratnawati,
PIMPINAN PA MALANG MENGIKUTI STREAMING PELUNCURAN APLIKASI E-BIMA

Wisuda Purnabakti dan Pengalih Tugasan Individu Satker PA Malang

Jumat, 3 September 2021 PA Malang mengadakan acara dengan tajuk “Self Development” Menuju WBBM 2021. Acara tersebut terbagi menjadi 2 acara inti yakni wisuda purnabakti
Wisuda Purnabakti dan Pengalih Tugasan Individu Satker PA Malang

PA MALANG PERINGKAT 1 PRISMA KPKNL MALANG

Pengadilan Agama Kota Malang kembali menjadi salah satu satuan kerja yang mendapatkan penghargaan PRISMA  Satuan Kerja Berkinerja Terbaik Periode Triwulan II Tahun 2021, dalam
PA MALANG PERINGKAT 1 PRISMA KPKNL MALANG

PA MALANG Mengikuti Pembukaan Pendampingan ZI

Menindaklanjuti surat edaran yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama dengan nomor 2328/DjA/OT.01.1/8/2021 pada tanggal 3 Agustus 2021 yang berkenaan per
PA MALANG Mengikuti Pembukaan Pendampingan ZI

Biaya Perkara

Estimasi panjar biaya yang dibayar oleh pihak yang berperkara dalam proses penyelesaian suatu perkara.

SIPP

Melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), anda akan mengetahui tahapan, status dan riwayat perkara.

Jadwal Sidang

Pengadilan Agama memberikan kemudahan akses informasi jadwal sidang untuk para pihak yang sedang berperkara.

SIWAS

SIWAS adalah aplikasi pengaduan yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

e-court

Layanan Pendaftaran Perkara, Taksiran Panjar Biaya Perkara, Pembayaran dan Pemanggilan yang dilakukan Secara Online.

Statistik Perkara

Untuk melihat jumlah statistik perkara yang ditangani di Pengadilan Agama Malang

Ghaib

Pengumuman panggilan perkara ghaib pada Pengadilan Agama Malang

Delegasi

cek panggilan yang anda delegasikan melalui Pengadilan Agama Malang dan Download Hasilnya disini

Gugatan Sederhana

Gugatan perdata dengan nilai gugatan materil paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) yang diselesaikan dengan tata cara dan pembuktiannya sederhana.

PTSP Online

Layanan PTSP berbasis Online, dengan anda bisa Chat, Call dan Video Call Untuk Layanan Informasi Perkara, Pendaftaran Ecourt dan Layanan Posbakum

Dipublikasikan oleh admin pada . Telah Dibaca: 9871 Kali

Implementasi Asas Personalitas Keislaman, Bagi Perempuan Harus Berpakaian Muslimah Dalam Tata Tertib Persidangan



Oleh : Faizal Husen, S.Sy*

Asas Personalitas Keislaman adalah asas yang mendasari bahwa masyarakat pencari keadilan yang bisa berperkara atau bermohon di Pengadilan Agama adalah yang beragama Islam dan mengenai perkara/permohonan tertentu yang telah diatur dalam undang undang. Secara tersirat penjelasan terkait Asas Personalitas Keislaman dijelasakan dalam Pasal 2 UU No. 50 tahun 2009, disana disebutkan bahwa, “Pengadilan Agama merupakan salah satu pelaku kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan yang beragama Islam mengenai perkara tertentu yang kemudian dijelaskan dalam alenia pertama penjelasan umum undang-undang tersebut dinyatakan, ” Peradilan Agama merupakan salah satu badan peradilan pelaku kekuasaan kehakiman untuk menyelenggarakan penegakan hukum dan keadilan bagi rakyat pencari keadilan perkara tertentu antara orang orang yang beragama Islam di bidang perkawinan, kewarisan, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infaq, shadaqah, dan ekonomi syariah”.

Dalam Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Peradilan Agama (buku II) menjelaskan bahwa dalam perkara tertentu selain orang islampun dapat menyelesaikan perkara di Pengadilan Agama, Asas Personalitas Keislamanan ini diartikan lebih luas lagi yakni masyarakat pencari keadilan yang bisa berperkara atau bermohon di Pengadilan Agama adalah yang beragama Islam ataupun bukan beragama islam yang menundukan diri terhadap hukum islam. Semua sengketa dibawah ini meskipun sebagian subjek hukumnya bukan beragama Islam, tetap diselesaikan oleh Pengadilan Agama / Mahkamah Syar'iyah

  1. Sengketa di bidang perkawinan yang perkawinannya tercatat di Kantor Urusan Agama, meskipun salah satu (suami atau isteri) atau kedua belah pihak (suami isteri) keluar dari agam Islam.
  2. Sengketa di bidang kewarisan yang pewarisnya beragama Islam, meskipun sebagian atau seluruh ahli waris non muslim.
  3. Sengketa di bidang ekonomi syariah meskipun nasabahnya non muslim.
  4. Sengketa di bidang wakaf meskipun para pihak atau salah satu pihak tidak beragama non muslim.
  5. Sengketa di bidang hibah dan wasiat yang dilakukan berdasarkan hukum Islam.

Dapat disimpulkan bahwa asas Personalitas Keislaman adalah asas yang melekat pada Pengadilan Agama yang mempunyai arti para pihak yang dapat mengajukan perkara gugatan/permohonan di Pengadilan Agama adalah orang yang beragama Islam ataupun bukan islam namun menundukkan diri terhadap hukum islam dan mengenai perkara tertentu. dalam hal ini penulis mengembangkan pemahaman bahwa personalitas keislaman sendiri dapat dimaknai bukan hanya mengenai hukum mateeril namun juga dapat diartikan mengenai hukum formilnya dimana dalam beracara di pengadilan agama harus sesuai dengan tuntunan syariah, salah satunya dalam hal berbusana sesuai dengan syariat islam.

Kewajiban Berpakaian Muslimah bagi Perempuan (Menutup Aurat)

Islam sangat menghargai manusia, Islam mengatur tata cara manusia hidup mulai dari hal mikro hingga makro, Termasuk tata cara berpakaian. Untuk mengenal bagaimana Islam mengatur tata cara berpakaian, tentu diawali bagaimana Islam mengatur batasan-batasan aurat. Aurat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bagian badan yang tidak boleh kelihatan (menurut hukum Islam).  Adapun aurat dalam pengertian syara’ menurut Prof. Dr. Wahbah az Zuhaily adalah anggota tubuh yang wajib menutupnya dan apa-apa yang diharamkan melihat kepadanya. Jadi, aurat adalah bagian tubuh wanita atau laki-laki yang wajib ditutupi dan haram untuk di buka atau diperlihatkan kepada orang lain.

Telah menjadi fitrah bagi umat islam untuk tetap menjaga menutupi aurat seperti yang telah diperintahkan Alloh dalam al-Qur’an Surat An-Nurr ayat 31 dan Al-Ahzab Ayat 59:

وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَاۖ وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّۖ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوۡ ءَابَآئِهِنَّ أَوۡ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآئِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوۡ نِسَآئِهِنَّ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيۡرِ أُوْلِي ٱلۡإِرۡبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفۡلِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يَظۡهَرُواْ عَلَىٰ عَوۡرَٰتِ ٱلنِّسَآءِۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِأَرۡجُلِهِنَّ لِيُعۡلَمَ مَا يُخۡفِينَ مِن زِينَتِهِنَّۚ وَتُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ٣١

Artinya : Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. ( Qur’an Surat An-Nurr : 31)

Qur’an Surat Al-Ahzab Ayat 59

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا ٥٩    

Artinya : Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.( Qur’an Surat Al-Ahzab : 59)

Makna dari jilbab sendiri adalah menarik yang berasal dari kata jalaba. Jilbab dapat diartikan pakaian yang luas dan menutup aurat, karena badan wanita menarik pandangan dan perhatian umum, maka perlu untuk ditutupi. Menutup aurat selain sebagai pemenuhan tuntutan syariat juga mempunyai efek yang sangat positif bagi keberlangsungan kehidupan sosial bermasyarakat, karena selain sebagai pengingat akan ketaatan terhadap Rabbnya menutup aurat juga dapat mengingatkan atas kesadaran kaum muslim yang lain pada kewajibannya.

Latar belakang yang menyebabkan diwajibkannya menutup aurat:

  • Mentaati Perintah Allah swt
  • Untuk menjaga kehormatan diri seseorang
  • Untuk menjaga harga diri dan kesopanan
  • Menghindari perbuatan zina
  • Sebagai jati diri

Hikmah Menutup aurat 

Hikmah menutup aurat secara umum , baik bagi kaum laki – laki atupun perempuan :

  • Memuliakan manusia sebagai mahluk Allah swt yang paling istimewa
  • Membentuk diri seseorang menjadi pribadi yang beradab
  • Menjauhkan diri seseorang dari fitnah
  • Melahirkan masyarakat yang berakhlakulkarimah serta beradab

Pemimpin Menjadi Pembimbing Menuju Jalan kebaikan dan Kebenaran

Sebuah hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam mengatakan bahwa setiap diri adalah pemimpin. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Sebagai individu, kita pemimpin bagi diri sendiri. Sebagai kepala keluarga, kita pemimpin bagi segenap anggota keluarga. Sebagai kepala instansi atau wilayah, kita pemimpin seluruh jajaran dan rakyatnya. Kita akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan itu, atas nasib dan ulah siapa saja yang kita pimpin. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam bukhori dan Muslim:

 عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا وَالْخَادِمُ رَاعٍ فِي مَالِ سَيِّدِهِ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِه

Artinya :

Dari Ibn Umar r.a. Sesungguhnya Rasulullah Saw. Berkata :”Kalian adalah pemimpin, yang akan dimintai pertanggungjawaban. Penguasa adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Suami adalah pemimpin keluarganya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin dirumah suaminya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Pelayan adalah pemimpin dalam mengelolaharta tuannya, dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya. Oleh karena itu kalian sebagai pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya. (Bukhari dan Muslim)

 

Oleh karena itu, sebagai pemimpin kita harus memaknai posisi itu sebagai tanggungjawab, Pemimpin harus bisa mengayomi dan membimbing siapa yang dipimpin. Melindungi dari kecelakaan, dan mengajak menempuh jalan kebaikan dan kebenaran. Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

 عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ  [رواه مسلم]

Artinya : Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam  bersabda: Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman. (Riwayat Muslim) 

 

*Penulis adalah Calon Hakim Pengadilan Agama Malang


Hubungi Kami

Pengadilan Agama Kota Malang Kelas I A

Jalan Raden Panji Suroso No. 1
Polowijen, Malang,
Jawa Timur 65126

(0341) 491812

(0341) 473563

pamalangkota@gmail.com